DEDAUN WAKTU BERTAMBAH LAGI
(Sempena 50 tahun usiaku)
Tanggal 20 Januari 2009
dedaun waktu bertambah lagi
Setengah abad sudah ku di maya
Menghirup air dari cangkir rahmat-Nya
Menatang dulang kasih sayang-Nya
Menempa sejarah sendiri
Lajunya busur waktu berlari.
Dulu rambut ini belum berbunga
Dulu, lutut ini tangkas bertenaga
Dulu, mata ini terang bercahaya
Dulu, telinga ini sensitif corongnya
Dulu, kotak fikir ini kuat ingatannya.
Kini, nikmat itu
Ditarik-Nya sedikit terasa
Sebab, Dia empunya segala.
Wahai insan
Jangan berdendang riang
Tambahkanlah saham bekalan
Kehidupan di sana tiada kesudahan
Tiapa apa yang dapat diharapkan
Kecuali qalbun salim bersama kebajikan
Karung amalan seputih salju terbentang
Sejernih embun ikhlas yang tersimpan.
Ingatlah insan,
Kita di sini tiga lahzah Cuma
Saat lepas yang sudah berlalu
Waktu kini yang sedang dilalui
Hari esok yang belum tentu.
Lantaran itu,
Tatanglah cerpu waktu secermat hati
Isikanlah amal mulia suruhan Rabbul Izzati
Bahasa bicara bahasa pasti
Langkahanmu yang diamati
Fikir, renung perlu diteliti
Pangkal akhir untuk dirahmati
Di sini yang sedang dihayati
Di sana kehidupan sejati.
Suara hati,
Abdul Talib Hamid
20 Januari 2009, 5.40 pagi
Teratak Mawaddah
Kebun Baru
Telok Panglima Garang
Selangor.
No comments:
Post a Comment