Saturday, January 16, 2010

SAJAK 8

DEDAUN WAKTU BERTAMBAH LAGI

(Sempena 50 tahun usiaku)


Tanggal 20 Januari 2009

dedaun waktu bertambah lagi

Setengah abad sudah ku di maya

Menghirup air dari cangkir rahmat-Nya

Menatang dulang kasih sayang-Nya

Menempa sejarah sendiri

Lajunya busur waktu berlari.


Dulu rambut ini belum berbunga

Dulu, lutut ini tangkas bertenaga

Dulu, mata ini terang bercahaya

Dulu, telinga ini sensitif corongnya

Dulu, kotak fikir ini kuat ingatannya.

Kini, nikmat itu

Ditarik-Nya sedikit terasa

Sebab, Dia empunya segala.


Wahai insan

Jangan berdendang riang

Tambahkanlah saham bekalan

Kehidupan di sana tiada kesudahan

Tiapa apa yang dapat diharapkan

Kecuali qalbun salim bersama kebajikan

Karung amalan seputih salju terbentang

Sejernih embun ikhlas yang tersimpan.


Ingatlah insan,

Kita di sini tiga lahzah Cuma

Saat lepas yang sudah berlalu

Waktu kini yang sedang dilalui

Hari esok yang belum tentu.


Lantaran itu,

Tatanglah cerpu waktu secermat hati

Isikanlah amal mulia suruhan Rabbul Izzati

Bahasa bicara bahasa pasti

Langkahanmu yang diamati

Fikir, renung perlu diteliti

Pangkal akhir untuk dirahmati

Di sini yang sedang dihayati

Di sana kehidupan sejati.



Suara hati,

Abdul Talib Hamid

20 Januari 2009, 5.40 pagi

Teratak Mawaddah

Kebun Baru

Telok Panglima Garang

Selangor.

No comments:

Post a Comment